Diet Sehat Bukan Siksaan: Panduan Gizi dan Olahraga untuk Ibu Modern


Banyak orang menganggap kata "diet" sebagai sebuah program singkat yang menyiksa, penuh dengan pantangan, dan identik dengan rasa lapar. Namun, dalam bincang-bincang di kanal YouTube Nikita Willy bersama dr. Diana Suganda, SpGK, terungkap bahwa diet sebenarnya adalah pengaturan pola makan jangka panjang yang seharusnya dinikmati sebagai bagian dari gaya hidup. Berikut adalah poin-poin kunci untuk mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat tanpa harus merasa tersiksa.

  1. Mengubah Mindset: Diet adalah Gaya Hidup

Diet bukanlah perlombaan 3 bulan untuk menurunkan berat badan lalu kembali ke kebiasaan lama. dr. Diana menekankan bahwa diet yang berhasil adalah diet yang bisa dilakukan seumur hidup. Luruskan beberapa mitos umum yang sering kita dengar. 

  • Makan malam tidak otomatis bikin gemuk. Yang menentukan adalah total kalori harian, bukan jam makan.
  • Air es tidak bikin perut buncit. Air putih dingin tidak mengandung kalori dan tidak menyebabkan kenaikan berat badan secara langsung.

2. Otot: Mesin Pembakar Kalori Tubuh

Salah satu rahasia metabolisme yang cepat adalah memiliki massa otot yang cukup. Setelah usia 35 tahun, manusia secara alami kehilangan sekitar 1% massa otot setiap tahunnya. Jika kita tidak "menabung" otot sekarang, tubuh akan lebih mudah gemuk di masa tua.

Latihan beban (strength training) adalah kunci untuk menjaga mesin pembakaran tubuh tetap panas. Jangan takut menjadi terlalu berotot (balky), karena hormon wanita tidak didesain untuk membentuk otot sebesar binaragawan dengan mudah.

Bagi ibu yang tidak sempat ke gym, dr. Diana memberikan trik olahraga di tengah rutinitas:
  • Tiap 2 Jam: Lakukan squat sebanyak 10 kali di kantor atau di rumah. Jika dilakukan rutin selama 8 jam kerja, Anda sudah melakukan 40-50 squat sehari.
  • Manfaatkan Dinding: Lakukan wall sit (bersandar di tembok dengan posisi duduk) untuk mengencangkan otot paha sambil menunggu atau menelepon.
  • Bawa Alat Simpel: Simpan resistance band di tas. Bisa digunakan untuk melatih otot tangan bahkan saat sedang meeting online.

3. Rahasia Nutrisi: Fokus pada Protein Hewani

Untuk menekan keinginan ngemil (craving), pastikan kebutuhan protein harian terpenuhi.
  • Rasa Kenyang: Protein hewani memberikan efek kenyang lebih lama (high satiety) dibandingkan karbohidrat.
  • Porsi Ideal: Jangan kurangi makanan secara ekstrem di bawah angka Basal Metabolic Rate (BMR), karena tubuh akan masuk ke mode hemat energi dan justru mempersulit penurunan berat badan.

4. Berhenti "Cheating", Mulailah "Mindful Eating"

Istilah cheating day seringkali memicu rasa bersalah yang berlebihan. Alih-alih merasa berdosa saat makan cokelat, dr. Diana menyarankan Mindful Eating.
  • Nikmati setiap gigitan makanan favorit Anda dalam porsi terkontrol.
  • Pahami bahwa makanan bukanlah musuh. Fokuslah pada portion control daripada mengeliminasi satu jenis makanan secara total.
Jika ingin diet tapi punya masalah lambung, kuncinya bukan berhenti makan, tapi:
  • Small Frequent Meals: Makan porsi kecil tapi sering.
  • Hindari Lemak di Pagi Hari: Makanan tinggi lemak (gorengan, santan berlebih) lebih susah dicerna lambung dan bisa memicu asam lambung naik.
  • Protein & Karbohidrat Bersahabat: Pilih menu tumis, panggang, atau rebus untuk sarapan.

5. Olahraga yang Aman dan Tepat

Bagi para ibu yang sibuk, waktu olahraga seringkali menjadi kendala. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Hindari Olahraga Terlalu Malam: Olahraga intensitas tinggi di malam hari dapat meningkatkan detak jantung dan mengganggu hormon tidur (serotonin/dopamin), yang pada akhirnya mengganggu metabolisme.

Waspada Olahraga Viral: Olahraga seperti tenis atau paddle sangat baik, namun bagi yang memiliki berat badan berlebih (obesitas), disarankan untuk memperkuat otot kaki terlebih dahulu melalui latihan beban untuk menghindari cedera sendi.

"Ibu adalah role model pertama bagi keluarga. Apa yang ada di dalam kulkas Anda menentukan kesehatan seluruh anggota rumah." — dr. Diana Suganda.

Sebagai seorang ibu, Anda memiliki peran krusial sebagai "anchor" kesehatan keluarga. Mulailah dari langkah kecil: pilih air mineral daripada minuman manis, dan pastikan setiap piring makan Anda mengandung nutrisi yang seimbang.

Satu kutipan kuat dari dr. Diana: "Isi kulkasmu adalah cerminan kesehatan keluargamu." Anak-anak adalah peniru yang hebat. Jika mereka melihat ibunya makan buah dan berolahraga secara alami (bukan karena terpaksa), mereka akan menganggap hidup sehat adalah hal yang normal, bukan beban.

sumber:

https://www.youtube.com/watch?v=78slupxVcog

Share:

Kenapa Keluarga Wajib Datang ke Parentalk Festival 2025? (Bukan Sekadar Acara Biasa!)

instagram @parentalk.id

Di tengah rutinitas yang padat dan anak yang semakin akrab dengan gadget, banyak keluarga rindu suasana bermain dan ngobrol santai tanpa distraksi layar.

Kabar baiknya, Parentalk Festival 2025 kembali hadir dengan semangat baru untuk menyatukan keluarga melalui kegiatan yang seru dan edukatif. Festival keluarga yang digagas oleh Parentalk.id ini akan digelar pada 25 Oktober 2025 di Urban Forest Jakarta, dengan tema yang penuh energi dan kebahagiaan yaitu “Let’s Groove and Play.” Tujuan utamanya? Mengajak orang tua dan anak untuk pause sejenak dari dunia digital, lalu menikmati kembali kehangatan interaksi nyata di alam terbuka. Ini adalah quality time yang sesungguhnya!

Tahun ini, Parentalk Festival 2025 juga didukung oleh @cimoryindonesia, brand yang identik dengan kebaikan susu dan momen kebersamaan keluarga.

Terjebak antara pekerjaan dan screen time? Parentalk Festival 2025 adalah jawaban untuk recharge kehangatan keluarga tanpa harus jauh-jauh dari kota.

Apa Saja Keseruannya?

1. Mini Playground & Kids Activity

instagram @parentalk.id

Anak-anak bebas berlari, bereksplorasi, dan berkreasi lewat aktivitas bermain edukatif yang seru. Orang tua pun tak sekadar mengawasi, tapi ikut terlibat bermain bersama. Karena bonding terbaik bukan dari nasihat panjang, tapi dari tawa dan sentuhan kasih yang nyata.

2. Musik, Harmoni, dan Kedekatan Emosional

instagram @parentalk.id

Tahun ini, suasana makin semarak dengan penampilan spesial dari Quinn Salman dan music storytelling dari Little Essential (by Malik the Essential). Irama musik mengalun bukan hanya untuk hiburan, tapi juga sebagai cara alami mempererat hubungan emosional orang tua dan anak. Setiap nada, tawa, dan tepukan tangan jadi harmoni kebersamaan yang indah. Lewat musik, anak belajar mengekspresikan diri dan orang tua ikut larut dalam irama kebersamaan. Benar-benar groove and play sekeluarga

3. Talkshow Inspiratif & Sesi Edukasi

Untuk para orang tua, Parentalk Festival menghadirkan sesi talkshow yang inspiratif dengan pembicara utama Nucha Bachri (Co-Founder & CEO Parentalk) dan Ario Pratomo. Dengan gaya santai tapi bermakna, mereka akan berbagi pandangan tentang komunikasi positif dalam keluarga, menjaga koneksi di era digital, dan pentingnya kolaborasi orang tua dalam mengasuh anak. Bukan sekadar teori parenting, tapi obrolan hangat yang bikin kita merasa: “Oh iya, ternyata aku nggak sendiri dalam perjalanan jadi orang tua.”

4. Bazaar & Area Bersantai di Alam

Setelah puas bermain dan belajar, saatnya bersantai di Urban Forest Jakarta yang teduh dan asri. Ada banyak pilihan kuliner sehat, minuman segar, serta spot cantik untuk berfoto keluarga. Cocok banget buat recharge setelah seminggu penuh aktivitas, sekaligus menciptakan kenangan hangat bersama si kecil.

Kenapa Parentalk Festival Penting untuk Keluarga?

Dalam era serba digital, waktu berkualitas sering tergeser oleh layar gadget. Padahal, anak-anak membutuhkan interaksi langsung minimal 20–30 menit sehari untuk tumbuh optimal secara emosional dan sosial.

Parentalk Festival mengingatkan kita akan pentingnya pause sejenak, menciptakan momen nyata, bukan hanya screen time. Setiap aktivitas di festival ini dirancang agar orang tua dan anak terhubung kembali lewat sentuhan, tawa, dan percakapan hangat.

Harga Tiket & Info Penting

Parentalk Festival 2025 yang didukung oleh @cimoryindonesia sebentar lagi hadir!

Kalau kamu sama semangatnya kayak kami, langsung aja amankan tiketmu lewat link di atas atau melalui akun resmi @parentalk.id!

Harga Tiket: Rp40.000/orang

Gratis untuk anak di bawah 2 tahun

Setiap pemegang tiket bisa menikmati berbagai aktivitas seru, area bermain, talkshow inspiratif, dan penampilan bintang tamu spesial.

Tips Agar Maksimal Menikmati Festival

  • ✨ Datang lebih pagi agar anak bisa eksplorasi lebih banyak.
  • 👟 Gunakan pakaian yang nyaman untuk bergerak di alam terbuka.
  • 🎨 Biarkan anak memilih aktivitas favoritnya, supaya mereka merasa dilibatkan.
  • 📸 Siapkan kamera atau HP dengan baterai penuh, karena setiap momen layak diabadikan!
instagram @parentalk.id

Parentalk Festival 2025 bukan sekadar event, tapi sebuah pengingat lembut bahwa kebahagiaan keluarga tumbuh dari kebersamaan yang tulus. Yuk, ajak pasangan dan si kecil untuk menikmati hari penuh tawa, musik, dan cinta keluarga di tengah rindangnya Urban Forest Jakarta. 🌳

📅 25 Oktober 2025
📍 Urban Forest Jakarta
Pukul : 08.00-18.00

Dapatkan info & tiket SEKARANG JUGA di Instagram @parentalk.id atau klik link disini . Mari kita Groove and Play — menari dalam harmoni, tertawa dalam cinta, dan membawa pulang kenangan yang tak terlupakan. Sampai jumpa di Parentalk Festival 2025! 💕
Share:

Bukan Cuma Harta: Pola Asuh Narsistik Orang Tua yang Merenggut Mental Anak

youtube: Sabrina Anggraini

Pernah nggak sih kamu merasa sangat lelah secara mental, bahkan ketika fisik sebenarnya nggak ngapa-ngapain? Atau mungkin, kamu sering meledak marah ke anak, dan menyesali tindakan itu kemudian? Hati-hati, kelelahan ini mungkin bukan sekadar kurang tidur, tetapi akumulasi dari beban mental tak terlihat (invisible mental load) dan luka masa lalu yang tanpa sadar memengaruhi cara kamu mengasuh.

Dalam sebuah diskusi mendalam bersama host Sabrina Anggraini dan narasumbernya dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, seorang dokter kejiwaan, topik toxic parenting dan bahaya pola asuh narsistik dikupas tuntas. Yuk, kita bahas poin-poin penting yang harus kita sadari dan pelajari untuk memutus rantai trauma dalam keluarga. Kalian bisa nonton selengkapnya di channel youtube Sabrina Anggraini yang berjudul Kenali Toxic Parenting: Bahaya Pola Asuh Tak Sadar | #BossMama Ep. 18

1. Beban Mental Tak Terlihat: Musuh Tersembunyi Ibu

Ibu sering kali menjadi manajer utama di kepala keluarga, memegang kendali atas semua beban mental: jadwal makan anak, deadline pekerjaan, urusan rumah tangga, hingga janji temu dokter. Inilah yang disebut invisible stress of motherhood.

Jika beban ini terus-menerus dipikul sendiri tanpa pengakuan dan dukungan, burnout tak terhindarkan. Kelelahan mental ini bisa membuat kita rentan meledak dan tanpa sadar melampiaskan stres kepada anak atau pasangan.

2. Jeda dari Heroism Mulai Mencintai Diri Sendiri

Banyak perempuan terperangkap dalam ekspektasi untuk menjadi "Superwoman" atau pahlawan (heroism) di rumah. Kita merasa harus mampu mengatasi semua masalah dan tidak boleh terlihat lemah di mata keluarga.

Padahal, mencari pertolongan bukanlah tanda kelemahan. Justru, itu adalah bukti bahwa kamu mencintai diri sendiri dan berkomitmen menjadi orang tua yang lebih stabil. Mengambil jeda dan meminta bantuan, baik dari pasangan maupun profesional, adalah langkah penting untuk mengisi ulang "energi mental" kamu.

3. Healing Diri yang Memutus Rantai Warisan Luka

Perjalanan menjadi ibu sering kali membuka kembali kotak luka masa kecil yang belum tuntas. Jika kamu dibesarkan dalam lingkungan yang keras atau penuh trauma, ada kecenderungan untuk memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap perilaku toxic dari pasangan atau secara tidak sengaja mengulangi pola asuh yang sama.

"Proses tumbuh kembang anak secara kesehatan jiwa dimulai dari perut ibunya."

Jika ibu tidak bahagia atau stres, proses neuro-development anak pun bisa terganggu. Oleh karena itu, healing diri adalah tanggung jawab utama kamu, agar luka lama tidak menjadi warisan yang ditransfer ke generasi berikutnya.

4. Waspada Pola Asuh Narsistik (Narcissistic Parenting)

Pola asuh narsistik terjadi ketika orang tua secara tidak sehat menjadikan anak sebagai perpanjangan diri untuk memenuhi kebutuhan emosional atau citra diri mereka. Beberapa contoh perilaku yang harus kamu waspadai:

1. Guilt Trip dan Manipulasi

"Mama sudah berkorban banyak, kok kamu nggak bisa nurut sih?" Kalimat ini membuat anak tumbuh dengan perasaan bersalah yang kronis (guilty trip), merasa tidak pernah cukup baik, dan dimanipulasi agar menuruti kemauan orang tua.

2. Pujian Berlebihan (Overpraise)

Anak yang terlalu sering dipuji berlebihan atau sebaliknya, diabaikan (overneglect), berpotensi tinggi tumbuh dengan sifat narsistik. Pujian harus berbasis prestasi nyata (misalnya, "Keren, kamu buang sampah di tempatnya!"), bukan pujian kosong berdasarkan eksistensi semata.

3. Favoritism (Anak Emas vs. Kambing Hitam)

Membandingkan anak (Golden Child vs. Scapegoat) menciptakan pola yang sangat ekstrem. Anak emas rentan tidak bertanggung jawab, sementara anak kambing hitam tumbuh dengan masalah mental karena selalu menjadi pihak yang disalahkan.

5. Peran Krusial Ayah dalam Pembentukan Karakter

Seringkali, ayah hanya dilihat sebagai penyedia nafkah (materi). Padahal, peran ayah sangat vital dalam membangun attachment sehat, melatih empati, sosialisasi, dan mekanisme coping (cara mengatasi masalah) pada anak.

Kehadiran ayah bukan hanya soal kuantitas waktu, tetapi kualitas keterlibatan. Ayah harus aktif terlibat, bertanya tentang perasaan, dan membangun rasa aman (bukan hanya cinta) agar anak tidak tumbuh dengan anxious attachment atau ketidakpercayaan pada relasi.

6. Komunikasi dan Batasan (Boundary) yang Jelas

Prinsip utamanya: "Tidak ada bluetooth dalam rumah tangga." Jangan berharap pasangan mengerti kode atau pikiran kamu. Biasakan difficult conversation yang sehat seperti bicara langsung, jelas, dan to the point, bukan hanya kode-kodean.

  • Latih Assertive Communication: Bicara to the point tentang masalah yang ingin diselesaikan, daripada bertele-tele atau menyampaikannya dalam bentuk kemarahan terselubung.
  • Gunakan Teori SMART untuk menyelesaikan konflik (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time-restriction).

Penting untuk suami atau istri menjadi "gerbang" informasi. Jika ada masalah atau teguran, pastikan keluarga besar menyampaikannya melalui kamu, bukan langsung ke pasangan kamu. Hal ini mencegah intervensi yang merusak dan memelihara hubungan baik antar menantu dan mertua.

Selain itu, hindari curhat masalah rumah tangga ke keluarga besar. Ketika kamu sudah memilih memaafkan dan bertahan, keluarga kamu mungkin masih menyimpan sakit hati, yang justru akan memperkeruh suasana.

7. Memilah Informasi untuk Anak

Anak tidak perlu tahu semua masalah orang dewasa. Berikan mereka informasi yang relevan dan berdampak pada kehidupan mereka, serta masalah yang memang bisa mereka bantu hadapi.

Boleh Diceritakan: Masalah ekonomi yang mengharuskan uang jajan diturunkan.

Tidak Perlu Diceritakan: Detail perselingkuhan, proses perceraian yang heboh, atau konflik serius orang dewasa yang hanya akan membebani mental anak.

Capek Itu Wajar, Healing Itu Kekuatan

Menjadi orang tua adalah perjalanan yang melelahkan dan penuh tantangan, itu wajar.

Jika kamu merasa kewalahan atau stuck dengan luka lama, jangan ragu mencari pertolongan profesional (psikolog atau psikiater). Mencari bantuan adalah bentuk tanggung jawab tertinggi kepada diri sendiri dan generasi selanjutnya.

Pola asuh terbaik bukanlah soal kesempurnaan, tapi soal bagaimana kamu hadir secara mental dan emosional untuk anak, setelah berhasil berdamai dengan luka diri sendiri. Putuskan rantai trauma itu, sekarang juga.

Bagaimana pendapat kamu, adakah toxic habit yang selama ini tanpa sadar kamu lakukan? Yuk, mulai proses healing bersama!


Share:

Dijuluki 'Ubin Masjid', Intip Gaya Parenting Mama Marini yang Mendidik Luthfi Tembus Kampus Terbaik Korea (KAIST)!

source: youtube Nikita Willy Official

Banyak orang mulai mengenal Luthfi Bima Putra dari ajang COC (Clash of Champions). Sosoknya langsung mencuri perhatian: wajah yang teduh, sikap rendah hati, dan cara bicara yang menenangkan membuat banyak orang jatuh hati. Namun, di balik pesonanya, Luthfi bukan sekadar mahasiswa berparas menarik. Ia adalah anak muda berprestasi yang kini menempuh studi di KAIST, Korea Selatan, dengan double major Matematika dan Teknik Elektro. Lebih dari itu, kisahnya bersama sang ibu, Mama Marini, menyimpan banyak pelajaran berharga tentang parenting, disiplin, iman, dan kesehatan mental. Artikel ini akan mengulas poin-poin penting dari perjalanan Luthfi dan gaya parenting Mama Marini yang bisa menjadi inspirasi, baik untuk orang tua maupun anak muda Indonesia. 

Perjalanan dan Prestasi Luthfi

profil Luthfi COC | Instagram Luthfi Bima Putra

1. Dari Jogja ke KAIST, Korea Selatan

Tidak banyak mahasiswa Indonesia yang bisa menembus KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology), sebuah kampus riset bergengsi dunia. Luthfi termasuk salah satu dari sedikit anak muda Indonesia yang berhasil kuliah di sana. Tidak hanya itu, ia mengambil double major: Matematika dan Teknik Elektro.

Perjalanan ini tentu tidak diraih dengan instan. Sejak kecil, Luthfi sudah terbiasa dengan pola belajar yang disiplin dan tekun, hasil dari arahan Mama Marini.

Baca juga: Bukan Cuma Harta: Pola Asuh Narsistik Orang Tua yang Merenggut Mental Anak

2. Senang Ujian Esai, Bukan Pilihan Ganda

Ada kebiasaan menarik dari Luthfi. Saat sekolah, ia lebih memilih ujian esai dibanding pilihan ganda. Alasannya, di ujian esai ia bisa menjelaskan jawabannya dengan detail, bahkan jika nilainya kurang sesuai, ia bisa melakukan “pembelaan”. Sifat kritis inilah yang kelak membantunya dalam dunia akademik.

3. Sistem Belajar Anti Mainstream

Mama Marini menerapkan sistem belajar sederhana tapi efektif. Setiap hari, Luthfi diminta membaca buku pelajaran tanpa distraksi selama 1–2 jam. Setelah itu, Mama akan mengetes hafalannya. Metode ini bukan hanya melatih fokus, tapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dalam menghadapi pelajaran.

4. Langganan Lomba Sejak SD

Prestasi Luthfi | https://kemenag.go.id/

Sejak kelas 1 SD, Luthfi sudah rajin ikut lomba. Menurutnya, lomba itu seru dan menantang. Mental kompetitif yang sehat ini membuatnya terbiasa menghadapi tekanan, sekaligus melatih keberanian untuk tampil.

Ketenangan, Iman, dan Mental Health

Selain akademik, aspek spiritual dan kesehatan mental juga menjadi pilar utama dalam perjalanan Luthfi. Mama Marini tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga memastikan anak-anaknya tumbuh dengan hati yang tenang, iman yang kuat, dan mental yang sehat.

1. Belajar Setelah Tahajud

Luthfi punya rutinitas istimewa: belajar setelah salat tahajud. Awalnya ia mencoba karena merasa itu amalan yang unik, lama-kelamaan menjadi kebiasaan. Bukan hanya menambah keberkahan, tapi juga membuat pikirannya lebih tenang.

Baca juga : Kenapa Keluarga Wajib Datang ke Parentalk Festival 2025? (Bukan Sekadar Acara Biasa!)

2. Menghadapi Kegagalan dengan Bijak

Tidak ada jalan mulus tanpa hambatan. Luthfi pernah terpuruk karena gagal masuk Pelatnas Olimpiade. Ia menangis hebat di Jogja. Namun, Mama Marini tidak menasihati dengan kata-kata panjang. Beliau membiarkan anaknya menangis, lalu mengajaknya jalan-jalan tanpa membahas kegagalan itu lagi. Fokus diarahkan ke masa depan.

3. Dari Panikan Jadi “Ubin Masjid”

 Luthfi mode serius | Instagram Luthfi Bima Putra

Julukan “Ubin Masjid” datang karena Luthfi terlihat tenang saat lomba. Namun kenyataannya, dulu ia adalah anak yang panikan. Perubahan ini menunjukkan bagaimana latihan mental dan kebiasaan menghadapi tekanan bisa membentuk karakter baru.

4. Mama sebagai Teman Curhat

instagram @momscorner.nwip


Satu hal yang luar biasa: Luthfi selalu menjadikan Mamanya tempat curhat pertama. Baginya, Mama bukan hanya orang tua, tapi juga sahabat. Kuncinya, menurut Mama Marini, sederhana: dengarkan dulu keluh kesah anak, baru beri saran seperlunya.

Quotes Favorit Luthfi

Prinsip hidup yang selalu dipegang Luthfi adalah:

"Istiqomahlah terhadap pendirianmu, berlapang dadalah terhadap opini orang lain."

Prinsip ini membantunya bertahan di negeri orang, menghadapi perbedaan pandangan, sekaligus menjaga dirinya tetap rendah hati.

Hikmah yang Bisa Kita Ambil

Instagram @momscorner.nwip



Dari kisah Luthfi dan Mama Marini, ada banyak pelajaran berharga yang bisa diambil:

1. Disiplin sejak kecil membentuk karakter kuat
Membaca rutin, menjauhkan gadget, hingga ikut lomba membuat anak terbiasa berjuang dan fokus. Inilah yang melatih mereka agar tidak mudah panik dan tetap tenang saat menghadapi tekanan.

2. Hadiah tidak harus mewah, tapi bermakna
Buku sederhana bisa menumbuhkan hobi membaca seumur hidup.

3. Iman adalah pondasi keberhasilan
Rutinitas tahajud menjadi sumber energi batin yang membuat Luthfi tenang dan percaya diri. Sejak dini, agama dan akademik wajib diseimbangkan, karena keduanya berjalan beriringan.

4. Orang tua adalah sahabat terbaik anak
Mendengarkan keluh kesah anak tanpa menghakimi jauh lebih berharga daripada memberi ceramah panjang. Saat anak jatuh (mengalami kegagalan), biarkan mereka menangis sejenak, lalu alihkan perhatiannya dengan kegiatan yang menyenangkan. jangan bahas kekalahan terus-menerus!

5. Kemandirian adalah bekal tak ternilai
Mendaftarkan anak ke sekolah asrama adalah cara melatih kemandirian dan sosialisasi sejak SMP, membuat mereka siap hidup jauh dari orang tua.

6. Keberhasilan adalah hasil kerja sama
Kekompakan Ayah dan Bunda dalam mendidik, membagi tugas, dan mendukung minat anak adalah kunci utama, bukan hanya peran salah satunya saja.

Hai buat kamu yang ingin menyaksikan kisah inspiratif Luthfi Bima Putra dan Mama Marini secara langsung, bisa menontonnya di youtube Nikita Willy Official yang berjudul #momscorner 64 Mama Marini & Luthfi Bima Putra | Fakta Menarik Hingga Dijuluki "Ubin Masjid". Artikel ini aku rangkum dari podcast Nikita Willy Official.

Share:

Mending Les Privat atau Ruangguru? Ini Pertimbangannya



Belajar adalah investasi terbaik untuk masa depan. Tidak heran kalau banyak orang tua maupun siswa rela mengeluarkan biaya untuk ikut les tambahan di luar sekolah. Tujuannya jelas, supaya nilai lebih bagus, paham materi lebih cepat, dan siap menghadapi ujian. Karena belajar dari sekolah saja kurang bisa memahami pelajaran.

Nah, pertanyaan klasik pun muncul: lebih baik ikut les privat atau berlangganan aplikasi belajar online seperti Ruangguru?. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam artikel ini, aku akan membahas secara detail supaya kamu (atau anakmu) bisa memilih yang paling cocok.

1. Fleksibilitas Waktu

sumber:https://www.hadirr.com

Les Privat:

Biasanya punya jadwal tetap sesuai kesepakatan dengan guru. Kalau siswa berhalangan, harus reschedule. Tapi reschedule kadang sulit kalau guru punya jadwal padat.

Ruangguru:

Bisa belajar kapan saja. Tinggal buka aplikasi, pilih materi, dan langsung belajar. Cocok banget untuk anak atau pelajar yang jadwalnya padat, atau tipe yang suka belajar malam hari.

Dilihat dari segi fleksibilitas waktu, Ruangguru jelas lebih unggul.

2. Biaya

Banyak orang tua bilang les privat itu mahal.

Kisaran harga les privat online per pertemuan Rp. 75.000 - Rp. 250.000. jadi selama sebulan bisa sekitar Rp. 1000.000 - Rp. 2000.000.

Sedangkan Ruangguru mulai Rp. 600.000 - Rp. 1.250.000 per tahun. ingat ini per tahun loh. Jadi kesimpulannya dari segi biaya, Ruangguru jauh lebih ramah kantong.


3. Kualitas Pengajar

Les Privat:

Guru biasanya mahasiswa atau tenaga pengajar profesional. Kualitas bisa sangat bagus, tapi juga bisa standar tergantung siapa yang mengajar.


Ruangguru:
Semua pengajar sudah diseleksi. Banyak dari mereka adalah guru berpengalaman atau lulusan kampus ternama. Selain itu, materi dikemas dalam bentuk video animasi sehingga lebih menarik.

Kalau ingin variasi dan metode modern, Ruangguru bisa jadi pilihan.

4. Materi Belajar




Les Privat:
Materi mengikuti buku sekolah atau permintaan siswa. Kadang hanya fokus pada PR dan soal latihan.

                                        

Ruangguru:
Materinya terstruktur: ada video, rangkuman, latihan soal, dan tryout. Bahkan ada fitur jadwal belajar otomatis yang bisa menyesuaikan target siswa.

Untuk persiapan jangka panjang (misalnya UTBK atau ujian sekolah), Ruangguru lebih sistematis.

5. Interaksi

Les Privat:
Ada tatap muka langsung. Siswa bisa langsung bertanya, dan guru bisa menilai pemahaman siswa dari ekspresi maupun responnya.

Ruangguru:
Ada fitur Ruangguru Privat (live teaching) untuk interaksi langsung, tapi tidak selalu se intens les tatap muka. Namun, fitur forum tanya jawab dan live class bisa membantu.

Kalau anak butuh perhatian ekstra atau tipe yang cepat bosan, kombinasi keduanya bisa lebih efektif.

6. Motivasi dan Disiplin

Les Privat:

Karena ada guru datang, siswa “terpaksa” belajar sesuai jadwal. Ini bagus untuk anak yang suka menunda-nunda.

Ruangguru:

Harus ada kesadaran dari siswa untuk membuka aplikasi dan belajar. Untungnya, Ruangguru punya fitur pengingat belajar yang bisa membantu.

Kalau anak mandiri, Ruangguru sudah cukup. Kalau anak mudah terdistraksi, mungkin perlu pengawasan orang tua.


7. Kenyamanan Belajar

Kenyamanan belajar salah satu hal yang penting untuk fokus memahami apa yang dipelajari. Jika banyak gangguan nih jadi sulit konsentrasi dan hilang minat belajar.

Les Privat:

Kadang harus menyiapkan ruangan khusus, ada gangguan, atau guru tidak cocok dengan anak.

Ruangguru:

Belajar cukup dengan HP/laptop dan internet. Tidak ada rasa sungkan, anak bisa ulang-ulang materi sesuka hati.

Kesimpulan: Pilih Mana?

Jawabannya tergantung kebutuhan.

  • Kalau ingin tatap muka langsung dan fokus penuh, les privat bisa jadi pilihan.
  • Kalau ingin hemat, fleksibel, dan materi lengkap dengan teknologi modern, Ruangguru adalah solusi terbaik.
  • Bahkan, banyak orang tua sekarang memilih kombinasi keduanya: anak ikut Ruangguru untuk belajar mandiri setiap hari, lalu ditambah les privat untuk mata pelajaran yang dirasa paling sulit.

Kalau saat ini kamu masih bingung, aku pribadi merekomendasikan untuk mulai dulu dengan Ruangguru. Alasannya Kenapa?

  1. Lebih hemat biaya.
  2. Bisa dicoba langsung tanpa harus komitmen jangka panjang.
  3. Cocok untuk pelajar SD, SMP, SMA, bahkan persiapan UTBK.


Kamu bisa langsung coba berlangganan Ruangguru lewat link ini atau masukkan kode MAKINJAGO biar kamu makin jago belajarnya.

Share: